Mencintai Produk Dalam Negeri Bukan Hanya Pidato Doang, Tapi Mari Beli

0
11
Produk Dalam Negeri
Ilustrasi
Advertisement
83 / 100

TASIKMALAYA – Produk Dalam Negeri, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa melontarkan kritik pedas terhadap Pemerintah yang selalu mendengungkan cintai dan gunakan produk-produk dalam negeri dan berwisata dalam negeri.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi Dan UMKM RI bersama Bank Indonesia (BI) telah mencanangkan gerakan Bangga Buatan Indonesia Dan Berwisata di Indonesia awal bulan April ini.

“Pemerintah harusnya tau diri, Jokowi sudah kampanyekan banggalah dengan produk sendiri, banggalah berwisata di indonesia, namun kenyataannya bagaimana, produk-produk impor selalu dilakukan, jangan omongan sajalah,”ungkap politisi Golkar saat berkunjung ke Tasikmalaya Minggu (04/04/2021).

Baca Juga: “Crossover” listrik Nissan Ariya hadir 15 Juli ini

Dikatakan, bagaimana masyarakat dan para pelaku UMKM dapat maju kalau produknya tidak diminati dan dibeli oleh pemerintah dan pejabat-pejabat yang ada di negeri ini”saya rasa kegiatan seremonial semacam pencanangan gerakan bangga buatan indonesia dan berwisata di indonesia yang diselenggarakan oleh beberapa kementerian ini tidak akan bermanfaat jika hanya omong doang, tidak sesuai dengan kenyataan,”sambungnya.

Ditambahkan, negara harus hadir dalam membantu memajukan dan meningkatkan hasil produk-produk dalam negeri jangan hanya pidato doang”pemerintah jangan hanya menyuruh UMKM-UMKM indonesia harus mampu bersaing di dunia pasar global iya mencretlah,”ujar Agun Gunandjar.

Produk dalam negeri
Agun Gunandjar Sudarsa (Seda)

“saya perhatiin negara ini tidak peduli terhadap produk-produk dalam negeri sendiri, hanya pidato doang, pemerintah harusnya beli, Menteri Koperasi harus beli produk UMKM terus jual keluar negeri, pemerintah dan negara harus hadir, garda terdepan untuk memajukan industri lokal,”tegasnya.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan impor yang selalu dilakukan Pemerintah saat ini itu sebagai bukti bahwa tidak cinta dan bangga terhadap hasil produk dalam negeri”produk kita lebih baik, berkualitas dan melimpah,  kenapa harus ada impor-impor segala, berhentilah impor-impor dengan alasan apa pun,”pintanya.

Lanjutnya, jika memang pemerintah serta para pejabat-pejabat yang ada di negeri ini mengaku bangga dan cinta terhadap produk dalam negeri sudah pasti menggunakan dan membeli produk UMKM”coba kita perhatikan, pejabat-pejabat ini lebih suka dan bangga memakai produk impor termasuk lebih suka berlibur pula ke luar negeri, apakah ini contoh bangga dengan produk sendiri,”pamungkas.

(Seda)